Monday, October 19, 2026
HomeBatamPLN Batam Ungkap 4 Temuan Penting Blackout, Kwin Fo Apresiasi Dukungan Stakeholders...

PLN Batam Ungkap 4 Temuan Penting Blackout, Kwin Fo Apresiasi Dukungan Stakeholders Selama Proses Pemulihan

Batam, Insightkepri.com  – PT PLN Batam menyampaikan kronologi, proses pemulihan, serta hasil evaluasi awal terkait pemadaman meluas sistem kelistrikan Batam–Bintan yang terjadi pada Senin (12/10). Penjelasan tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama PLN Batam, Kwin Fo, dalam konferensi pers di Kantor Korporat PLN Batam, Minggu (18/10).

Kwin Fo menjelaskan bahwa konferensi pers dilaksanakan setelah seluruh tim PLN Batam memprioritaskan pemulihan sistem kelistrikan selama tiga hari sejak kejadian, guna memastikan pasokan listrik kepada masyarakat dapat kembali normal.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan dan masyarakat. Sejak awal kejadian, seluruh tim PLN Batam bekerja siang dan malam dengan fokus utama memulihkan sistem kelistrikan Batam–Bintan,” ujar Kwin Fo.

Berdasarkan hasil penelusuran teknis, gangguan bermula akibat *flashover* atau loncatan listrik pada transformator Gardu Induk (GI) Sei Harapan. *Circuit Breaker* (CB) yang seharusnya mengisolasi gangguan tidak membuka sebagaimana mestinya, sehingga gangguan merambat ke sistem transmisi utama 150 kilovolt (kV).

Gangguan tersebut menyebabkan pembangkit di Tanjung Uncang dengan daya sekitar 220 megawatt (MW) terlepas dari sistem. Hilangnya pasokan daya dalam jumlah besar mengakibatkan pembangkit lainnya mengalami ketidakseimbangan beban dan turut terlepas, hingga terjadi pemadaman meluas pada pukul 06.37 WIB.

PLN Batam segera melakukan pemeriksaan dan isolasi gangguan serta membangun kembali sistem kelistrikan secara bertahap. Hingga Senin pukul 22.00 WIB, sekitar 60 persen pelanggan di Batam telah kembali mendapatkan pasokan listrik. Pada Selasa (13/10) pukul 01.00 WIB, hampir seluruh pelanggan Batam kembali menyala, meskipun pemulihan sejumlah unit pembangkit masih terus berlangsung.

Sementara itu, pasokan listrik ke Bintan berhasil dipulihkan sepenuhnya pada Rabu (14/10) pukul 18.30 WIB. Proses transfer daya melalui kabel laut dilakukan secara bertahap setelah sistem Batam memiliki kestabilan dan cadangan daya yang memadai.

BACA JUGA:  Layang-Layang Tersangkut dan Pohon Tumbang Sebabkan Listrik PLN Batam di Piayu Padam

“Pemulihan ke Bintan dilakukan murni berdasarkan pertimbangan teknis, bukan karena perbedaan prioritas pelayanan. Kami harus memastikan sistem Batam cukup stabil sebelum melakukan transfer daya agar tidak memicu gangguan meluas kembali,” jelas Kwin Fo.

Terkait hasil evaluasi, PLN Batam mengungkap empat temuan penting, yakni dugaan hewan liar sebagai pemicu flashover yang masih memerlukan pembuktian lebih lanjut, hasil pengujian peralatan proteksi yang menunjukkan fungsi normal, pagar pengaman bertegangan listrik yang tidak aktif saat kejadian, serta perubahan arah CCTV pada Minggu (11/10) pukul 18.43 WIB sehingga tidak lagi mengarah ke transformator yang mengalami gangguan.

Evaluasi tersebut turut melibatkan pihak kepolisian, termasuk Polda Kepri dan Bareskrim Polri. PLN Batam menegaskan bahwa aspek di luar persoalan teknis diserahkan kepada pihak berwajib untuk pendalaman lebih lanjut.

“Untuk hal-hal di luar aspek teknis, kami menyerahkan proses pendalaman kepada pihak berwajib agar penyebab kejadian dapat diketahui secara menyeluruh,” tegas Kwin Fo.

Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai kompensasi, PLN Batam memastikan bahwa pemenuhan hak pelanggan akan mengacu pada Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya yang Terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh PT Pelayanan Listrik Nasional Batam. Kompensasi akan diberikan berdasarkan evaluasi indikator Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) serta mekanisme yang diatur dalam ketentuan tersebut.

PLN Batam juga membantah informasi yang mengaitkan pemadaman meluas dengan proyek data center baru di Batam. Proyek-proyek yang dimaksud masih dalam tahap pembangunan dan persiapan operasional, sehingga belum beroperasi secara komersial dengan kapasitas daya yang direncanakan. Hasil penelusuran teknis menunjukkan bahwa gangguan bermula dari instalasi kelistrikan di GI Sei Harapan, bukan akibat aktivitas operasional proyek data center tersebut.

BACA JUGA:  Resahkan Warga, Tim BKSDA Batam Evakuasi 2 Ekor Anak Buaya

Sebagai tindak lanjut, PLN Batam terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem proteksi, kesiapan pembangkit, serta keandalan jaringan transmisi dan distribusi. PLN Batam juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, BP Batam, aparat keamanan, seluruh pegawai dan mitra kerja, serta masyarakat selama proses pemulihan.

“Kejadian ini menjadi perhatian serius dan bahan evaluasi bagi kami. PLN Batam berkomitmen untuk terus memperkuat keandalan sistem kelistrikan, meningkatkan kesiapsiagaan, serta memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat dan dunia usaha,” tutup Kwin Fo. (*)

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img

POPULER